Pesta Rilis Wheezy

Akhirnya saya punya waktu untuk menulis laporan Pesta Rilis Wheezy yang diselenggarakan pada tanggal 11 Mei 2013, oleh OSC dan HTME, di Kampus Unsoed Blater, Purbalingga. Walau telat, tak apalah, paling tidak membayar “tagihan” dari za.

Acara ini direncanakan mulai pukul 9 pagi, dan mundur jadi pukul 10. Lucunya, di “undangan” tertulis pukul 8. Tahu tujuannya kan? Supaya orang datang awal. Peserta berjumlah 7 orang saja, termasuk saya, masih lebih banyak pesta rilis di Banda Aceh.

Acara dimulai santai, dibuka secara informal oleh Faris dan saya, kemudian dilanjutkan dengan cerita perkenalan, pengalaman, dan kontribusi GNU/Linux terhadap kehidupan pak Hari Siswantoro dan pak Azis Wisnu. Kemudian diakhiri dengan presentasi saya untuk merangkum apa yang telah diceritakan dan didiskusikan.

Karena bentuknya cerita, atmosfer menjadi asyik, seperti mendengar orang mendongeng saja. Diskusi terjadi secara alami karena masing-masing pencerita menggunakan teknik komunikasi 2 arah, walau posisi penerapannya berbeda-beda. Ada yang di akhir, di tengah, ataupun hampir di setiap “adegan”, untuk memunculkan partisipasi.

Keep Calm and Install WheezySelain cerita tentang pengalaman bersama GNU/Linux, terdapat pula curah ide alias brainstorming tindak lanjut dari acara ini. Diusulkan topik “Debian dan OpenStreetMap” dan “Debian dan VoIP” yang dilakukan di kampus. Tujuannya supaya acara komunitas ini lebih menarik dan aplikatif, khususnya bagi pengguna baru.

Tidak ada pemasangan Debian “Wheezy” di acara ini, karena peserta sepertinya sudah puas dengan versi distribusi favoritnya, kecuali Faris yang di akhir acara menyalin lumbung paket “Wheezy” sebesar ~44 GiB. Sepertinya Ia ingin melakukan upgrade Debian “Squeeze” di laptopnya ke “Wheezy”.

Acara dimeriahkan juga dengan gethuk goreng khas Sokaraja, air mineral gelas 1 dus, dan spanduk kecil berukuran 0,75 meter x 1 meter bertuliskan “Keep Calm and Install Wheezy” yang diambil dari bits.debian.org.

Alhamdulillah acara Pesta Rilis Wheezy berakhir dengan bahagia, dan setiap peserta yang datang mendapat stiker Debian yang keren.

Selamat menggunakan perangkat lunak merdeka, selamat menggunakan Debian dan turunannya, dan tetap tenang[1]. Keep calm.

[1] Bukan karena ada ujian.