Pembelajar Seumur Hidup

Seperti yang banyak orang ketahui, seorang akademisi/dosen memiliki 3 tugas, disebut sebagai tri dharma perguruan tinggi, yakni pengajaran, penelitian, dan pengabdian. Ketiganya harus dilakukan pada setiap semester, dan masing-masing memiliki masukan, proses/aktivitas, dan luaran.

Tugas pertama, pengajaran, sangat mudah relatif biasa, karena memang ini adalah aktivitas umum bagi seorang dosen yang termasuk guru/pengajar juga. Pada setiap semester, dosen mendapatkan jatah mengajar sesuai dengan apa yang ditugaskan oleh program studi sesuai dengan latar belakang, kemampuan, dan ketertarikan dosen tersebut. Walau terkadang terjadi pula kompromi di antara beberapa dosen ketika diminta mengajar mata kuliah tertentu ;-)

Untuk tugas yang kedua, penelitian, relatif tidak susah, tapi tidak mudah juga ketika dilakukan. Banyak hal menjadi alasan bagi sebagian orang untuk tidak/belum melakukan aktivitas ini, salah satunya adalah ketersediaan dana dan peralatan. Bagi seorang dosen/peneliti yang keren, saya kira hal ini tidak menjadi masalah karena “banyak jalan menuju Blater”. Dosen bisa mencoba mengajukan proposal ke skema-skema hibah penelitian yang diadakan oleh universitas sendiri atau institusi lain.

Sering hibah penelitian yang disediakan berbentuk kompetisi, setiap proposal yang diajukan akan dinilai dan dirangking. Barang siapa yang berhasil melampaui nilai total standar minimal dan masuk dalam sekian besar rangking teratas bakal mendapatkan hibah tersebut. Alhamdulillah kalau dapat. Kalau tidak, proposal bisa diperbaiki dan diajukan ke tempat lain, atau di waktu yang lain.

Saya beruntung berada di area penelitian yang relatif tidak membutuhkan banyak dana dan peralatan di awal. Saya bisa menggunakan peralatan milik sendiri atau lab jika berbentuk perangkat keras, untuk perangkat lunak ya tinggal pasang, kalau butuh kompilasi ya jalankan saja. Tapi memang ini tergantung dari jenis penelitiannya, karena masing-masing memiliki kebutuhan berbeda.

Tugas yang ketiga adalah pengabdian. Relatif tidak susah jika kita memiliki jaringan pertemanan yang kuat. Banyak tempat membutuhkan kemampuan aplikatif dari seorang dosen/peneliti. Bentuknya bisa penyuluhan, aplikasi riset yang dapat menjadi solusi permasalahan teknis di masyarakat, merintis kelompok yang memberdayakan komunitas, dst.

Apa luaran dari masing-masing tugas ini? Secara ringkas, pengajaran luarannya adalah mahasiswa yang cerdas dan baik, penelitian: publikasi ilmiah dan purwarupa, pengabdian: masyarakat yang terberdayakan, bukan terpedayakan. Ketiganya membuat siklus hidup seorang akademisi secara ideal menjadi seorang pembelajar seumur hidup, dan berskala (inter)nasional.

Pertanyaan selanjutnya, apakah saya sudah menjalani proses dengan baik dan menghasilkan luaran yang baik pula?