Pecah Telur #1

Setelah 6 tahun lebih berada di kampus, baru kali ini saya merasa telah memecahkan “telur pertama” saya. Istilah “pecah telur” sering diartikan dengan keberhasilan setelah sekian lama (sekali) melakukan perjuangan. Yang saya maksud dengan pecah telur ini adalah saya telah berhasil mengirimkan makalah ke sebuah konferensi [1]. Sila tertawa, karena tertawa tidak dilarang asal sopan.

Saya punya beberapa makalah di jurnal ilmiah dan seminar/konferensi, hanya saja saya belum pernah mengirimkan tulisan sebagai penulis pertama dan mengirimkannya sendiri. Niat sudah ada sejak saya melakukan penelitian pertama di kampus ini dan semakin bertambah kuat sejak tahun 2013, saat saya mulai mencari sekolah untuk studi lanjut yang sampai sekarang belum kesampaian. Sudah berusaha menulis tapi tidak jadi-jadi. Sudah berusaha mencari sekolah tapi tidak sekolah-sekolah.

Hal lain yang berkaitan dengan makalah adalah pengajuan jabatan fungsional. Kebutuhannya adalah makalah yang sudah dipublikasikan ke jurnal ilmiah, bukan konferensi, katanya seperti itu. Hanyasanya makalah yang sudah siap memakai bahasa Inggris jadi biarlah dikirim dulu ke konferensi internasional. Selain itu saya juga ingin makalah tersebut menjadi modal untuk persyaratan studi lanjut [2]. Untuk pengajuan jabatan fungsional akan memakai draf makalah lain yang rencananya dikirim ke jurnal ilmiah.

[1] Diterima atau tidak saya tak tahu :D
[2] Sebagai bukti nyata kalau sudah publikasi.