Kebutuhan Ilmu dan Kemampuan

Kemarin salah satu alumni Teknik Elektro Unsoed mengirimkan pranala ke grup Telegram tentang kesempatan/lowongan untuk magang dua bulan di sebuah institut riset di Jepang. Hal ini merupakan kesempatan langka sekaligus menarik untuk mahasiswa yang ingin melakukan kerja praktik atau magang. Kompensasinya 250 ribu yen per bulan atau setara 28,68 juta rupiah, belum termasuk transportasi dan akomodasi. Tertarik?

Yang akan saya bahas di sini bukan soal kompensasi tersebut, tetapi set kemampuan yang dibutuhkan untuk masing-masing proyek yang ditawarkan untuk magang di sana. Saya hanya tersenyum kecut karena kebutuhannya terbilang tinggi, padahal ini kelas magang mahasiswa dan waktunya hanya dua bulan [1]. Bahkan, dosennya sendiri saya kira kemungkinan tidak bisa untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Paling tidak untuk kasus di jurusan kami ;-)

Saya kira kesempatan ini cocok untuk yang mau melakukan tugas akhir atau tesis. Kemampuan teknis yang kuat dan penguasaan bahasa Inggris sangat diperlukan. Saya hanya ingin bercermin pada informasi lowongan ini. Dalam waktu dua bulan mahasiswa harus melakukan proyek seperti itu, jadi untuk studi doktoral yang waktunya 36 bulan memang pantas kalau mahasiswa dituntut untuk berbuat lebih. Saya baru sadar dan teringat proposal riset, serta kebutuhan ilmu dan kemampuannya [2]. Haha.

[1] Mungkin kalau waktunya lebih ya bisa saja.
[2] Yang perlu saya mulai siapkan.