Software Merdeka

Mengapa Free Software?
Free Software atau Software Merdeka memberikan kemerdekaan kepada kita untuk menggunakan program dengan tujuan apapun, mempelajari bagaimana program bekerja, memodifikasi sesuai dengan keinginan, dan menyebarkannya agar bermanfaat bagi masyarakat luas.

Beberapa Contoh Free Software

Definisi Free Software
Sebagian orang salah kaprah dengan istilah Free Software atau Software Merdeka atau Perangkat Lunak Bebas, mereka “tertipu” dengan kata free yang punya arti lain yaitu gratis, padahal yang dimaksud adalah kebebasan atau kemerdekaan.

Dalam Free Software terdapat empat (4) kebebasan, yang jika sebuah perangkat lunak memilikinya berarti perangkat lunak tersebut adalah Free Software.

Think free as in free speech, not as in free tea.

Open Source
Di lain sisi, karena kesalahkaprahan masyarakat akan arti kata free, membuat sebagian pendukung Free Software membuat gerakan baru pada tahun 1998 dengan nama Open Source dan membuat sebuah organisasi nirlaba Open Source Initiative (OSI). Tujuannya adalah membuat konsep Free Software dapat diterima dan diadaptasi di dunia bisnis. Sebuah rebranding dan strategi pemasaran.

OSI digunakan untuk melakukan verifikasi terhadap lisensi-lisensi, khususnya yang dibuat oleh banyak perusahaan/organisasi, apakah sesuai dengan sepuluh (10) Definisi Open Source atau tidak. Jika sesuai, maka perangkat lunak di bawah lisensi tersebut adalah Open Source.

Free Software atau Open Source?
Mengapa kita perlu menggunakan istilah Free Software daripada Open Source? Free Software menekankan pada kemerdekaan dalam perangkat lunak, semua hak diberikan kepada pengguna[1], sedang Open Source cenderung lebih menekankan pada “keterbukaan kode sumber” saja.

Jika ditanya, apakah Free Software dapat digunakan dan diadaptasi di dunia bisnis? Tentu saja.

Artikel yang Layak Dibaca

[1] Dengan tetap mempertahankan hak cipta dari pembuat-pembuatnya.